Persuasion

"You're Franz, right? Why are you here? Are you divorced from Hana? Good thing, because I can get close to her again," Ronald said. Franz flashed his smirk.

"Listen to me, Mr. CEO Ronald. I will never part with Hana. But I'm here for something else. So don't be a jerk about our problems if you don't know anything about what happened to us," Franz explained. Ronald raised his eyebrows.

"Really? I know you and Hana got separated after the accident. But how come you're back? Have you recovered your memory?" As if in mockery, Ronald folded his arms across his chest.

"Yes, all my memories are back, so you have no right to go near Hana!" Franz threatened. But Ronald laughed instead.

"Hahahahaha, we'll see." Ronald said and walked away, leaving Franz still frowning.

"What did Ronald mean by that? Could it be that he's going to take Hana away from me?" Franz whispered.

Karina who had just come out of the divorce court room and saw Franz still standing in front of the door of the room where Karina had just left.

"Franz... are you still here?"

"Yes, but don't be so confident that I'm still here because I'm waiting for you. That's not why I'm still here, it's something else." Franz quickly left which left Karina still wondering.

"What's wrong with Franz? I was just asking."

_

On the other hand, Hana, Giselle and Daniel would be bored if they just stayed in the villa on the Island of a Thousand Doors. They wanted to get out, but being on this strange island certainly made them uncomfortable.

"You have no intention of going out and traveling, Giselle?" Hana asked.

"I'm actually bored too, Han. But what can we do? We don't have a car. I'm tired of walking," said Giselle.

"Are you sure you don't want to try the food on this island? They say it's delicious,"

"Tsk! Remember, Hana. We're here to hide temporarily so that Nyonga Kelly doesn't look for us, not because we're healing and having fun," warned Giselle.

"Yes, but are we like birds in a cage like this? Where are we going to get out?"

"Besides, I don't know any good locations in this place, Han."

"Let's try walking around here first, Giselle,"

"What if I get lost?"

"No, take it easy." Hana replied. They got out of the villa and started walking around when it was almost noon.

"Han, aren't you suspicious of Ronald?"

"Suspicious why? He's the one who wants to get close to me again after divorcing Jennifer? I'm actually still afraid if he forces me or kidnaps Daniel like before. But I always hope that Ronald doesn't interfere with my already complete life with Franz," Hana explained with a happy expression on her face. Even her white teeth were showing.

"Yes, I hope so, Han. But you know that Ronald is a sneaky man, don't you? I'm afraid you'll be the one kidnapped, Han," Giselle frowned worriedly at her best friend.

"Take it easy, Giselle. There's Daren, George, Billy, Felix. And there's also Franz if he's finalized his divorce from Karina," Hana still calmly replied, as if carefree.

"Well, hopefully after this there will be no more problems. I also hope that the people who did us wrong will soon get their karma and start apologizing to us,"

"Yeah... hopefully.. because we can't force people to do good either." Hana said.

_

Nyonya Kelly sekarang berada di rumah Karina. Duduk bersama dengan Karina yang sudah berada di hadapannya sekarang.

"Maafkan Ibu mertuamu ini, Karina. Andai saat itu aku ada di desa bersamamu, mungkin ketika Franz akan menceraikanmu itu tidak akan pernah terjadi. Aku sangat menyesal karena kembali ke kora di waktu yang tidak tepat..." Nyonya Kelly menyentuh kedua tangan Karina sembafi menunduk.

"Semua sudaj berakhir, Nyonya Kelly. Tidak ada lagi yang perlu disesali. Aku akan berusaha untuk melupakan Franz selamanya dan menjalin hubungan dengan pria lain yang lebih menyayangiku,"

DEG!

Nyonya Kelly melebarkan matanya. Ia segera menggelengkan kepalanya.

"Jangan, Karina. Kau masih bisa mendapatkan Franz.."

"Aku sudah tidak ingin lagi menganggu kehiduoan rumah tangga orang, Nyonya Kelly. Cukup... jangan membuatku semakin berdosa lagi,"

"Berdosa, huh? Kalau sekarang saja kau baru teringat dosa. Dulu kau kemana saja? Tidak ingat disa kan? Mana Karina yang dulu kukenal?"

"Karina yang dulu kau kenal susah mati, Nyonya Kelly. Yang sekarang adalah Karina dengan sifat baru. Aku hanya ingin menjalani kehidupanku yang baru dan dengan orang-orang baru yang baik," jelas Karina.

"Tidak, kau tidak bisa melupakanku dan Franz begitu saja, Karina!" Nyonya Kelly semakin tersulut emosi.

"Kenapa tidak bisa? Jika Franz saja bisa membuatku bercerai dengannya kenapa aku tidak bisa dan tidak boleh bergaul dengan orang baru? Aku juga berhak bahagia, Nyonya Kelly. Jangan menjadi egois karena aku tidak lagi menjadi menantumu. Aku sudah meminta maaf dengan Franz. Satu yang belum kujalani yaitu memiunta maaf pada Hana. Aku sudah berbuat banyak kesalahan padanya,"

"Tidak ada gunanya kau minta maaf pada wanita benalu itu, Karina. Bagaimanapun juga kau tetaplah menantuku. Aku tidak akan pernah membiarkan hidup Franz kembali pada Hana!" Sahut Nyonya Kelly.

"Ya itu terserah anda, Nyonya Kelly. Itu bukan urusan saya. Taoi jika suatu saat Franz akan membawamu ke penjara karena dia sudah mengetahui semuanya, maka jangan salahkan dia. Franz hanya meminta dirimu untuk menyesali perbuatanmu dan meminta maaf padanya dan juga Hana. Itu demi mempertahankan nama baikmu sendiri dan reputasimu supaya tidak menjadi buronan atau tahanan di penjara. Kali ini tolong pikirkan baik-baik, Nyonya Kelly. Jangan egois, karena bagaimanapun juga Franz adalah anakmu dan Hana adalah menantumu yang asli. Jangan pernah lagi menemuiku, Nyonya Kelly. Karena aku sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Sekarang aku sudah punya kehidupan sendiri, dan kau jangan pernah memberikan pengaruh buruk lagi padaku, Itu tidak akan pernah berlaku lagi, terima kasih, dan silakan pergi dari sini," Karina mendorong Nyonye Kelly sampai di depan pintu rumahnya.

"Karina, kau mengusirku, huh?" Karina segera menutup kembali pintu kayu rumahnya. Membiarkan Nyonya Kelly beberapa kali menggedor-gedor pintu itu.

"KARINA! KARINA!"

"AAGGGHHRRHH SIALL!"

.